jabir bercerita:
Rasullulah memandangku dan bertanya, "aku melihatmu murung, mengapa?"
"ayahku terbunuh dan ia meninggalkan keluarga dan hutang," jawab jabir.
"tidakkah aku katakn kepadamu bahwa tidak ada seorang pun yang diajak bicara oleh Allah kecuali dari balik tabir. akan tetapi ia bercerita kepada ayahmu secara langsung. Allah berkata kepadanya, "hambaku, mintalah niscaya ku beri."
ia menjawab, "aku meminta untuk dikembalikan ke dunia, lalu aku terbunuh untuk kedua kali."
Allah Swt berkata, "sesungguhnya telah ku firmankan bahwa mereka tidak di kemblikan kepadanya (dunia)."
ia berkata, "Tuhanku, sampaikan ini kepada orang di belakangku."
maka Allah Swt pun menurunkan ayatNya, janganlah engkau sekali-kali mengira bahwa orang yang terbunuh di jalan Allah adalah mati, namun mereka hidup disisi tuhannya dan mendapatkan rezeki.
ayah jabir meninggalkan untuknya tujuh saudara perempuan. ia ketika itu berkata kepada jabir, "aku tidak sekali-kali membiarkanmu mendahuluiku untuk keluar bersama Rosullulah..." hingga ia menemuai syahadah di medan perang.
Tampilkan postingan dengan label jihad. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jihad. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 17 September 2011
Jumat, 16 September 2011
ucapkan bismillah, malaikat akan mengangkatmu
di riwayatkan oleh baihaqi dari jabir, bahwa orng-orng musyrikin mencacimaki Rosullulah Saw. ketika ia naik gunung dengan serombongan orang anshar. abu thalhah ada diantara mereka.
Rasullulah Saw berkata, "tidakkah ada seorang yang menghadapi mereka?"
"aku," kata talhah bin ubaidillah.
"yang sepertimu wahai talhah," kata Rosul Saw.
"aku siap memerangi mereka," jawab salah seorang anshar.
iapun maju untuk memerangi mereka hingga terbunuh. orang-orang musyrik menemuinya kembali seperti semula, dan Rosullulah Saw berkata lagi, "tidakkah seorang maju menghadapi mereka?"
"aku" jawab talhah.
namun Rosullulah masih menahannya dan majulah salah seorang anshar yang lain hingga terbunuh, maka terbunuhlah semuanya. kini majulah talhah dan memerangi mereka seperti orang-orang sebelumnya. jari jemarinya terluka, ia pun mengucap, baik. Rosullulah Saw bersabda, "sekiranya engkau mengucap bismillah tentu malaikat mengangkatmu dan orang-orang pun melihatmu hingga malaikat itu membawamu masuk kelangit."
tangan talhah yang buntung itu tetap menjadi tanda yang menjadi saksi akan kepahlawanan dan jihadnya hingga hari kiamat.
Rasullulah Saw berkata, "tidakkah ada seorang yang menghadapi mereka?"
"aku," kata talhah bin ubaidillah.
"yang sepertimu wahai talhah," kata Rosul Saw.
"aku siap memerangi mereka," jawab salah seorang anshar.
iapun maju untuk memerangi mereka hingga terbunuh. orang-orang musyrik menemuinya kembali seperti semula, dan Rosullulah Saw berkata lagi, "tidakkah seorang maju menghadapi mereka?"
"aku" jawab talhah.
namun Rosullulah masih menahannya dan majulah salah seorang anshar yang lain hingga terbunuh, maka terbunuhlah semuanya. kini majulah talhah dan memerangi mereka seperti orang-orang sebelumnya. jari jemarinya terluka, ia pun mengucap, baik. Rosullulah Saw bersabda, "sekiranya engkau mengucap bismillah tentu malaikat mengangkatmu dan orang-orang pun melihatmu hingga malaikat itu membawamu masuk kelangit."
tangan talhah yang buntung itu tetap menjadi tanda yang menjadi saksi akan kepahlawanan dan jihadnya hingga hari kiamat.
ia dimandikan malaikat
pada perang uhud, Hanzhalah bertemu dengan abu sofyan bin harb. ketika hanzhalah berada di posisi di atas dan hendak membunuhnya, mendadak diketahui oleh syaddad bin aus (julukannya adalah ibnu syu'ub). syaddad pun lebih dahulu membunuhnya.
ketika mengetahui jenazah hanzhalah, Rosullulah Saw berkata, "saudara kalian ini dimandikan oleh malaikat, coba tanya kepada keluarganya mengapa bisa terjadi"
mereka pun bertanya kepada istrinya, jamilah binti ubay bin salul, yang masih menjalani pengantin baru.
jamilah berkata,"ia keluar dari kamar kami seketika mendengar seruan jihad, dalam keadaan junub"
"itulah yang menyebabkan malaikat memandikan jenazahnya," jawab Rosullulah Saw
ketika mengetahui jenazah hanzhalah, Rosullulah Saw berkata, "saudara kalian ini dimandikan oleh malaikat, coba tanya kepada keluarganya mengapa bisa terjadi"
mereka pun bertanya kepada istrinya, jamilah binti ubay bin salul, yang masih menjalani pengantin baru.
jamilah berkata,"ia keluar dari kamar kami seketika mendengar seruan jihad, dalam keadaan junub"
"itulah yang menyebabkan malaikat memandikan jenazahnya," jawab Rosullulah Saw
siapa yang mengambil pedang ini, dan memenuhi haknya?
pada perang uhud Rosullulah Saw menggenggam pedang di tangannya dan berkata, "siapa yang mengambil pedang ini dengan memenuhi haknya?"
orang-orang pun tidak ada yang sanggup menerima tawaran itu karena segan kepada Rosullulah Saw dan khawatir tidak bisa menunaikan hak pedang itu.
Rosullulah mengulangi tawaran itu. "berdirilah abu dujanah (nama aslinya samak bin khurasyah)", "apa hak pedang itu wahai Rosullulah?"
"engkau pukul musuh dengannya hingga menyerah" jawab Rosul Saw.
"aku mengambilnya dan siap memenuhi haknya,"tegas abu dujanah.
Rosullulah pun menyerahkan pedang itu kepadanya. seketika abu dujannah menceburkan diri ke tengah medan dengan memakai ikat kepala warna merah, sembari melantunkan syair;
akulah yang telah berjanji pada kekasih
ketika berada di bawah pohon kurma
untuk sekali-kali berada di belakang
ku pukul musuh dengan pedang Allah dan RosulNya
ia pun bertempur dan tidak sekalipun menemui kaum musyrikin kecuali pasti membunuhnya dengan pedang itu. kemenangan pasukan pun diraihnya.
orang-orang pun tidak ada yang sanggup menerima tawaran itu karena segan kepada Rosullulah Saw dan khawatir tidak bisa menunaikan hak pedang itu.
Rosullulah mengulangi tawaran itu. "berdirilah abu dujanah (nama aslinya samak bin khurasyah)", "apa hak pedang itu wahai Rosullulah?"
"engkau pukul musuh dengannya hingga menyerah" jawab Rosul Saw.
"aku mengambilnya dan siap memenuhi haknya,"tegas abu dujanah.
Rosullulah pun menyerahkan pedang itu kepadanya. seketika abu dujannah menceburkan diri ke tengah medan dengan memakai ikat kepala warna merah, sembari melantunkan syair;
akulah yang telah berjanji pada kekasih
ketika berada di bawah pohon kurma
untuk sekali-kali berada di belakang
ku pukul musuh dengan pedang Allah dan RosulNya
ia pun bertempur dan tidak sekalipun menemui kaum musyrikin kecuali pasti membunuhnya dengan pedang itu. kemenangan pasukan pun diraihnya.
pergilah kemana engkau suka, wahai Rosul, kami selalu bersamamu
sa'adz bin mu'adz, seorang kepala kabilah, adalah salah seorang santri Rosullulah Saw. setelah mendengar kata-kata mus'ab bin ummair, yang menyebabkan pernyataan keislaman kaumnya, ia berkata, "aku telah mendengar kata-kata mus'ab. aku dapati bahwa ia adalah kebaikan seluruhnya dan kemaslahatan bagi urusan hidup kita. karenanya, aku menyatakan keislamanku, demi Allah, tuhan semesta alam. aku bersaksi tentang kenabian muhammad bin abdullah. semua lelaki dan perempuan haram bagiku kecuali kalian memeluk islam.
ia bangkit menghimpun kaum muslimin di hari ketika Rosullulah Saw memobilisasi jihad dalam peperangan pertama kalinya, perang badr. ia berkata kepada Rosullulah Saw untuk menyatakan loyalitasnya yang dalam kepada beliau. "wahai Rosullulah, kami telah beriman kepadamu, kami membenarkanmu, dan kami bersaksi bahwa apa yang datang kepadamu adalah benar adanya. kami memberikan janji setia kami. karna itu, pergilah wahai Rosullulah kemanapun engkau suka, maka kami akan senantiasa bersamamu."
demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, jika saja engkau mengajak kami untuk mengarungi samudra ini dengan menyelaminya, niscaya kami akan menyelam bersamamu. tidak seorangpun dari kami tertinggal. kami sekali-kali tidak keberatan jika sekali-kali engkau pertemukan kami dengan musuh-musuh kami. kami semua tabah di medan perang. kami semua tulus ketika bertempur.mudah-mudahan Allah memperlihatkan kepadamu sesuatu yang menentramkan jiwamu pada diri kami. pergilah bersama kami atas berkah dari Allah"
ia bangkit menghimpun kaum muslimin di hari ketika Rosullulah Saw memobilisasi jihad dalam peperangan pertama kalinya, perang badr. ia berkata kepada Rosullulah Saw untuk menyatakan loyalitasnya yang dalam kepada beliau. "wahai Rosullulah, kami telah beriman kepadamu, kami membenarkanmu, dan kami bersaksi bahwa apa yang datang kepadamu adalah benar adanya. kami memberikan janji setia kami. karna itu, pergilah wahai Rosullulah kemanapun engkau suka, maka kami akan senantiasa bersamamu."
demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, jika saja engkau mengajak kami untuk mengarungi samudra ini dengan menyelaminya, niscaya kami akan menyelam bersamamu. tidak seorangpun dari kami tertinggal. kami sekali-kali tidak keberatan jika sekali-kali engkau pertemukan kami dengan musuh-musuh kami. kami semua tabah di medan perang. kami semua tulus ketika bertempur.mudah-mudahan Allah memperlihatkan kepadamu sesuatu yang menentramkan jiwamu pada diri kami. pergilah bersama kami atas berkah dari Allah"
sabarlah keluarga yasir
orang-orang qurais menyerahkan urusan penyiksaan terhadap orang-orang yang beriman kepada seruan Muhammad kepada abul hakam, atau terkenal dengan sebutan abu lahab. sebagaimana bilal bin rabbah al-habsyi, keluarga yasirpun mendapatkan siksa yang berat dari abu lahab.
sumayyah, ibu yasir kini telah menjadi mukminah. ini mengantarkannya ke ladang penyiksaan. ia ditimbun dengan pasir yang panas mendidih. kemudian ia dicambuk dengan sepenuh kekuatan dan kebengisan. summayah terus saja bergumam, "ahad,ahad"
abu jahal mendengar kata-kata ini semakin bertambah emosinya. ia semakin sadis menyiksa dan memukuli keluarga yasir, tanpa ampun lagi siksaan sengaja dilakukan didepan yasir, suami sumayyah, agar terbit di hatinya rasa iba, lalu bertaubat, namun usaha ini sia-sia.putranya ammar, pun disiksa dihadapan mereka agar muncul rasa iba. ini pun sia-sia.
pada detik ini ketika pasir yang sangat panas membungkus tubuhnya, dan siksaan lain menderanya, ia tetap bergeming dan senantiasa mengulang kata-kata "ahad,ahad" melihat keteguhan hatinya suami dan anaknya pun menimpali dengan kata-kata serupa.
keteguhan iman sumayyah mengguncang emosi abu jahal dan semakin bergejolak. ia tidak mampu lagi bersabar menghadapinya kecuali dengan pukulan dan pukulan. sementara lisan sumayyah terus menyebut, "Allahuahad,Allahuahad" berkali-kali.
abu jahal terus menyiksanya hanya lanataran ingin mendengar dari mulut sumayyah caci maki terhadap ajaran Muhammad lalu memproklamasikan pertobatnya dari memeluk agama islam. setelah itu ia akan membiarkan sumayyah, beserta suami dan anaknya, bebas tanpa gangguan. namun sumayyah yang teguh imannya tidak pernah kompromi untuk itu. sumayyah terus saja mencai maki tuhan abu jahal yang hina.
sumayyah, ibu yasir kini telah menjadi mukminah. ini mengantarkannya ke ladang penyiksaan. ia ditimbun dengan pasir yang panas mendidih. kemudian ia dicambuk dengan sepenuh kekuatan dan kebengisan. summayah terus saja bergumam, "ahad,ahad"
abu jahal mendengar kata-kata ini semakin bertambah emosinya. ia semakin sadis menyiksa dan memukuli keluarga yasir, tanpa ampun lagi siksaan sengaja dilakukan didepan yasir, suami sumayyah, agar terbit di hatinya rasa iba, lalu bertaubat, namun usaha ini sia-sia.putranya ammar, pun disiksa dihadapan mereka agar muncul rasa iba. ini pun sia-sia.
pada detik ini ketika pasir yang sangat panas membungkus tubuhnya, dan siksaan lain menderanya, ia tetap bergeming dan senantiasa mengulang kata-kata "ahad,ahad" melihat keteguhan hatinya suami dan anaknya pun menimpali dengan kata-kata serupa.
keteguhan iman sumayyah mengguncang emosi abu jahal dan semakin bergejolak. ia tidak mampu lagi bersabar menghadapinya kecuali dengan pukulan dan pukulan. sementara lisan sumayyah terus menyebut, "Allahuahad,Allahuahad" berkali-kali.
abu jahal terus menyiksanya hanya lanataran ingin mendengar dari mulut sumayyah caci maki terhadap ajaran Muhammad lalu memproklamasikan pertobatnya dari memeluk agama islam. setelah itu ia akan membiarkan sumayyah, beserta suami dan anaknya, bebas tanpa gangguan. namun sumayyah yang teguh imannya tidak pernah kompromi untuk itu. sumayyah terus saja mencai maki tuhan abu jahal yang hina.
abu bakar mencoba membeli keluarga yasir ini agar dapat bebas, namun abu jahal menolak mentah-mentah. ia menolak tawaran abu bakar dan tetap bertekad akan meneruskan penyiksaan ini sampai mereka semuanya mati.
suatu hari ketika abu jahal sedang beraksi menyiksa keluarga yang tabah ini, lewatlah Rosullulah Saw. beliau berkata kepada mereka, bersabarlah keluarga yasir, janji untuk kalian adalah surga, "ya Allah ampunilah keluarga yasir, ia telah berbuat."
abu jahal terus saja menyiksa sumayyah dan mengancamnya dengan kematian. namun sumayyah dengan tegar menjawab, "mampuslah engkau wahai musuh Allah, karena Rosullulah telah menjaminku surga. aku lebih memilih mati dari pada melihat tampangmu."
abu jahal semakin mendidih emosinya, ia begitu benci kepada perempuan ini, yang merendahkan dan tidak mau tunduk kepadanya. tanpa sadar tanganya meraih tombak yang ada di tangan budak yang mendampinginya, lalu tombak iyu di hujamkan ke ulu haati sumayyah. maka senyum pun mengembang dari mulut sumayyah dengan sepenuh ridha, bibirnya mengucapkan syahadat, dan seketika ruhnya yang suci terbang menuju kehariban sang khaliq.
sumayyah, dialah manusia pertama yang syahid di jalan islam.
surga seluas langit dan bumi
dalam suatau peperangan Rosullulah Saw berkata kepada para sahabaatnya, "bangkitlah kalian menuju surga yang luasnya seluas langit dan bumi"
"surga luasnya seluas langit dan bumi?" tanya umair bin hamam al-anshari r.a
"ya," jawab Rosulllulah Saw.
"bagus,bagus," sahut umair.
"mengapa kau katakan bagus bagus?" tanya Rosullulah.
"tidaklain, wahai Rosullulah, kecuali aku ingin menjdi ahlinya"
"engkau salah satu ahlinya," jawab Rosul Saw.
seketika itu ia mengambil kurma dari wadahnya hendak menyantapnya, namun kemudian berkata, "untuk hidup hingga menghabiskan kurma-kurma ini rasanya begitu lama."
dilemparkan kurma-kurma itu kemudian ia berlari menuju medan jihad dan akhirnya menemui syahidnya.
"surga luasnya seluas langit dan bumi?" tanya umair bin hamam al-anshari r.a
"ya," jawab Rosulllulah Saw.
"bagus,bagus," sahut umair.
"mengapa kau katakan bagus bagus?" tanya Rosullulah.
"tidaklain, wahai Rosullulah, kecuali aku ingin menjdi ahlinya"
"engkau salah satu ahlinya," jawab Rosul Saw.
seketika itu ia mengambil kurma dari wadahnya hendak menyantapnya, namun kemudian berkata, "untuk hidup hingga menghabiskan kurma-kurma ini rasanya begitu lama."
dilemparkan kurma-kurma itu kemudian ia berlari menuju medan jihad dan akhirnya menemui syahidnya.
Langganan:
Postingan (Atom)